China Tindak Keras Minoritas Muslim yang Jalani Puasa Ramadan

Nathania Riris Michico
Seorang muslim saat sedang berdoa di masjid di Beijing. (FOTO: GREG BAKER / AFP))

Aileen (37) seorang Muslim Hui dari Provinsi Gansu, mengatakan para pejabat secara rutin menggeledah rumah dan tinggal bersama keluarga di Xinjiang selama sekitar satu pekan.
"Tujuannya untuk memastikan tidak ada praktik keagamaan di dalam rumah itu," ujar Aileen.

"Jika barang-barang seperti sajadah atau buku-buku keagamaan ditemukan, mereka biasanya ditahan," kata Aileen, yang meminta agar hanya nama depannya saja yang dikutip untuk melindungi anggota keluarga yang masih tinggal di China.

"Kebanyakan orang tak lagi menyimpan Al-Quran di rumah mereka," katanya.

Selain "tinggal di rumah", para pejabat lokal secara teratur mengunjungi keluarga-keluarga dengan mendadak untuk memeriksa mereka tidak berpuasa atau berdoa, kata Erkin.

Ceramah tentang nilai-nilai inti sosialis juga sering diadakan untuk "menyapa Ramadan", menurut sebuah artikel dari media pemerintah China, Global Times, yang diterbitkan tahun lalu.

Erkin menggambarkan salah satu ceramah menginstruksikan orang untuk tidak menggunakan sapaan khas Muslim seperti Assalamualaikum, yang berarti damai besertamu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

China Tutup Langit 40 Hari hingga Mei 2026, Alasannya Mengejutkan!

Internasional
3 hari lalu

China Tiba-Tiba Tutup Wilayah Udara Lepas Pantai 40 Hari, Latihan Serang Taiwan?

Mobil
4 hari lalu

Tak Punya Peluang Kejar Mobil China, Honda Kembali ke Strategi Lama

Nasional
9 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal