China selalu menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dari Tiongkok. Beijing juga bersumpah untuk “mempersatukan kembali” Taiwan di bawah “Satu China”, bahkan dengan kekerasan bila perlu.
Taipei menuding Beijing berusaha melemahkan militernya dengan terus mengerahkan pesawat tempur ke ADIZ Taiwan. Menteri Pertahanan Taiwan, Chiu Kuo Cheng mengatakan, militernya masih mampu merespons setiap gangguan China yang terbang ke ADIZ Taiwan di dekat Kepulauan Pratas.
Seperti pada 28 November lalu, Taiwan merespons serbuan udara China dengan mengerahkan jet tempur guna memberikan peringatan, di samping mengaktifkan sistem rudal untuk melacak pergerakan pesawat-pesawat Beijing tersebut.
Pembaruan armada tempur
Ancaman China mendorong Taiwan terus membenahi alat utama sistem persenjataannya (alutsista). Presiden Taiwan, Tsai Ing Wen mengatakan, pihaknya telah memperbarui teknologi skuadron jet tempur F-16 ke versi yang paling canggih, yaitu F-16V.
Menurut dia, proyek upgrading alutsista tersebut menunjukkan komitmen kuat dari kemitraan Taiwan dan Amerika Serikat. Pembaruan teknologi pesawat tempur dengan bantuan AS itu bertujuan untuk meningkatkan pertahanan Taiwan, menyusul meningkatnya ketegangan antara Taipei dan Beijing.