Athipat menambahkan, beberapa anggota Tosakan, dari total 11 orang, berada di atas panggung saat kebakaran terjadi sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Dia mengalami luka kepala serta pemain drumnya dalam kondisi kritis.
“Pemain keyboard kami yang pertama kali melihat asap dan berteriak menyuruh saya lari,” kenang Athipat.
Tempat pertunjukan yang gelap gulita juga diselimuti asap tebal. Saat itu dia tidak menemukan Breeze, meski berkali meneriaki namanya.
“Begitu saya keluar, terjadi ledakan tiba-tiba,” katanya.
Setelah menemukan Breeze yang pingsan, dia berusaha menyelamatkan dengan memberikan napas buatan mulut ke mulut, namun sudah terlambat.
“Saya merasa sangat menyesal,” katanya, seraya menyesal tidak meminta pengunjung keluar saat pertama kali melihat asap.
Dia menambahkan, bar tersebut mengalami pemadaman listrik sebelumnya akibat masalah kelistrikan, sehingga mengira itu listrik padam hanya gangguan biasa.