Misa kanonisasi Santo Carlo Acutis dan Santo Pier Giorgio Frassati yang dihadiri sekitar 2.000 imam ditutup dengan doa Angelus. Paus Leo berdoa bagi perdamaian, khususnya di Tanah Suci, Ukraina, dan wilayah lain yang masih dilanda pertumpahan darah.
"Saya mengajak para pemimpin dunia untuk meletakkan senjata. Perang tidak pernah membawa damai dan keamanan. Tuhan menghendaki damai, bukan perang," katanya.
Usai Misa, Paus Leo juga menyapa umat dengan mobil kepausan, melambaikan tangan. Paus berhenti beberapa kali untuk memberkati umat, termasuk bayi yang dibawa orang tuanya kepadanya.
Seorang peziarah asal Australia, Caroline Khouri, menyebut Misa Kanonisasi itu sebagai pengalaman yang tidak akan pernah dia lupakan. "Sukacita di sini sungguh luar biasa," ujarnya.