Ketekunan rohaninya menginspirasi banyak orang, termasuk orang tuanya untuk kembali pada iman Katolik, dan pengasuhnya. Carlo dikenal ramah, terbuka, dan berani berbicara tentang imannya, bahkan kepada teman-teman sekolahnya.
Carlo Acutis juga dikenal sebagai "influencer Tuhan". Ucapannya yang terkenal, "Orang yang berjemur di bawah matahari menjadi kecokelatan; orang yang berada di hadapan Ekaristi menjadi kudus," menginspirasi jutaan umat Katolik di seluruh dunia.
Pier Giorgio Frassati (1901–1925) berasal dari Turin, Italia Utara, dikenal sebagai pemuda aktif, pecinta alam, pendaki gunung, sekaligus anggota Ordo Ketiga Dominikan.
Sejak usia 17 tahun, ia bergabung dengan Serikat Santo Vincentius dan mendedikasikan hidupnya untuk melayani kaum miskin, gelandangan, dan korban perang. Moto hidupnya adalah "Verso l’Alto" atau Menuju Ketinggian, yang ia tuliskan dalam foto pendakian terakhirnya.
Frassati wafat akibat polio pada usia 24 tahun, diduga tertular saat merawat orang sakit. Paus Yohanes Paulus II yang membeatifikasinya pada 1990 menyebut Frassati sebagai "pemuda delapan sabda bahagia" karena hidupnya yang sepenuhnya dipersembahkan bagi Tuhan dan sesama.