“Seiring berjalannya waktu dan dengan penyalahgunaan sumber daya oleh generasi politisi, sistem politik AS telah menurun,” ujar surat kabar itu menambahkan.
The Global Times juga mengecam “standar ganda” di kalangan para politisi AS. Media itu membidik komentar Pelosi di masa lalu, yang menyebut aksi protes besar di Hong Kong pada 2019 sebagai “pemandangan yang indah untuk disaksikan”.
“Di Hong Kong, aksi kekerasan digambarkan sebagai ‘pemandangan indah’. Sementara di AS, orang-orang yang terlibat dalam kekacauan ini disebut ‘gerombolan’,” kata The Global Times.
Komentar Pelosi telah diejek secara luas di layanan Weibo (platform medsos mirip Twitter di China). Liga Pemuda Partai Komunis China pun menyindir AS dengan menggunakan frasa “pemandangan indah” tersebut untuk menggambarkan kerusuhan di Washington DC.
Lembaga penyiaran milik China, CCTV, menggunakan penyerangan Capitol kemarin untuk mengecam sistem politik AS.
“Amerika Serikat, yang selalu mempromosikan demokrasi dan hak asasi manusia, sekarang menjadi negara kerusuhan, konflik, dan jam malam,” kata stasiun TV pelat merah itu.
Sementara, surat kabar resmi China Daily mengatakan “nasionalisme sempit” dari Presiden Trump telah merugikan Amerika Serikat. “Kekerasan dan kekacauan yang meletus di AS selama setahun terakhir menunjukkan apa yang terjadi ketika para pemimpin suatu negara kehilangan kontak dengan kenyataan,” ungkap koran itu.