"Seseorang yang lebih suka membuat ketakutan daripada mempersatukan orang,” ujarnya.
Mamdani juga mengatakan dia difitnah oleh calon dari Partai Republik Curtis Sliwa di panggung debat. Saat itu Sliwa menyebutnya sebagai pendukung jihad global.
Buan hanya itu, dia menjadi bahan olok-olok pada iklan Komite Aksi Politik Super yang menyebutnya sebagai teroris.
“Menyiratkan bahwa saya seorang teroris atau mengejek cara saya makan," ujarnya.
Lebih lanjut Mamdani bercerita tentang penderitaan yang dialami keluarganya setelah serangan 11 September.