Buntut Perang Lawan Iran, AS Minta Produsen Mobil Ikut Bikin Rudal

Anton Suhartono
AS meminta produsen mobil ikut memproduksi rudal buntut perang melawan Iran (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Buntut perang melawan Iran yang menguras persediaan amunisi, Amerika Serikat (AS) kini mengambil langkah tak biasa dengan meminta produsen mobil ikut memproduksi rudal dan perlengkapan militer lain. Kebijakan ini mencerminkan tekanan besar yang dihadapi Washington dalam menjaga stok persenjataan di tengah konflik berkepanjangan.

Pemerintahan Presiden Donald Trump bahkan mendorong perusahaan otomotif untuk memainkan peran lebih besar dalam industri pertahanan. Langkah ini diambil setelah cadangan amunisi AS menipis akibat perang sejak 28 Februari serta dukungan militer ke Ukraina.

Laporan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) menyebutkan, pejabat senior Departemen Pertahanan (Pentagon) menggelar pertemuan dengan sejumlah pemimpin raksasa otomotif untuk membahas keterlibatan mereka dalam produksi senjata. Di antara yang diundang adalah CEO Ford Motor Company Jim Farley dan CEO General Motors Mary Barra.

Dalam pertemuan tersebut, Pentagon menantang produsen mobil untuk mengalihkan sebagian kapasitas pabrik mereka. Targetnya bukan sekadar komponen sederhana, melainkan produksi perangkat keras taktis, rudal, hingga teknologi anti-drone yang selama ini dikerjakan kontraktor pertahanan.

Pejabat pertahanan berharap kemampuan manufaktur massal yang dimiliki industri otomotif dapat mempercepat pemulihan stok senjata nasional. Mereka juga meminta para CEO mengidentifikasi berbagai hambatan, mulai dari regulasi kontrak hingga proses pengadaan.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan terhadap industri pertahanan AS, yang dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan perang secara cepat. Pentagon bahkan menyebut perluasan produksi senjata dalam negeri sebagai kebutuhan mendesak demi keamanan nasional.

Selain itu, Pentagon juga telah meminta tambahan anggaran lebih dari 200 miliar dolar AS kepada Gedung Putih untuk diajukan ke Kongres. Dana tersebut akan difokuskan pada peningkatan produksi senjata guna mendukung operasi militer, termasuk dalam konflik melawan Iran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Netanyahu Perintahkan Pasukan Israel Perluas Serangan di Lebanon, Targetkan Hizbullah

57 tahun lalu

AS dan Iran Saling Serang di Tengah Negosiasi Damai 

57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Sentuh Rp17.805 per Dolar AS

57 tahun lalu

Iran Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 AS Pakai Rudal Murah Buatan China?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal