Israel meluncurkan skema distribusi bantuan terpisah melalui Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung Amerika Serikat (AS) pada sejak 27 Mei lalu. Skema ini tidak direstui PBB dan badan-badan kemanusiaan internasional lainnya.
Sejak itu, hampir 2.600 orang tewas dan 19.000 lainnya luka akibat ditembak tentara Israel saat antre bantuan di pusat-pusat pendribusian makanan.
“Meningkatnya jumlah korban tewas memicu ketidakpedulian yang semakin besar,” kata Lazzarini, seraya menyerukan pendokumentasian kejahatan Israel yang terus berlanjut di Gaza.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Badr Abdelatty menegaskan kembali dukungannya terhadap upaya UNRWA untuk membantu pengungsi Palestina di berbagai wilayah, terutama Gaza. Hal ini disampaikan dalam pertemuannya dengan Lazzarini di sela-sela Pertemuan Pemimpin Munchen di Arab Saudi.
Abdelatty menekankan pentingnya untuk terus memberikan dukungan finansial dan politik terhadap badan PBB tersebut.
Ia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menekan Israel agar mengizinkan konvoi bantuan UNRWA masuk ke Gaza, apalagi di tengah bencana kelaparan yant disengaja oleh Israel.
UNRWA, yang didirikan setelah peristiwa Nakba 1948, memberikan bantuan kepada sekitar 5,9 juta warga Palestina di lima wilayah utama, yakni Jalur Gaza, Tepi Barat, Yordania, Suriah, dan Lebanon.