Ketua Pemerintah Daerah Maradun, Sanusi Dosara, menyebut serangan itu berkaitan dengan penolakan pemerintah Negara Bagian Zamfara untuk bernegosiasi dengan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, Dosara mendesak aparat keamanan untuk membubarkan kelompok bersenjata yang bersembunyi di kawasan hutan Bayan-Ruwa, Maradun.
Sehari sebelum serangan terhadap para petani, kelompok bersenjata juga dilaporkan menculik 39 warga di komunitas Magamin Diddi, yang masih berada di wilayah Maradun.
Penculikan itu terjadi saat warga tengah bertemu dengan orang tua seorang pemimpin kelompok bersenjata dalam upaya mencari jalan damai dan membahas maraknya kasus penculikan di daerah tersebut.
Kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata masih menjadi tantangan serius bagi Nigeria. Selain menghadapi pemberontakan di wilayah timur laut, negara itu juga terus dibayangi aksi penculikan untuk tebusan dan serangan terhadap warga sipil.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat konflik dan aksi kekerasan bersenjata yang berlangsung selama bertahun-tahun telah menewaskan ribuan orang serta memaksa jutaan warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Meski Presiden Nigeria, Bola Tinubu berulang kali berjanji memperbaiki situasi keamanan, serangan kelompok bersenjata masih terus terjadi di sejumlah wilayah negara tersebut.