Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Paelstina di Gaza memperkirakan akan terjadi peningkatan tajam angka kematian di antara warga Palestina di tengah kekurangan gizi dan ketidakmampuan mendapatkan akses bantuan medis. Menurut kementerian, 60.000 bayi menderita malnutrisi, sementara 600.000 nyawa anak di bawah 10 tahun terancam karena kekurangan makanan, serta 60.000 ibu hamil tidak mendapatkan cukup makanan.
Surat kabar Israel Haaretz, mengutip sumber pejabat militer Israel yang terlibat perang di Jalur Gaza, melaporkan para perwira Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah diperintahkan untuk secara sengaja menembak warga Palestina tak bersenjata di sekitar lokasi pendistribusi bantuan selama sebulan terakhir.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz membantah tuduhan tersebut.
Israel menghentikan kerja sama dengan badan PBB untuk urusan pengungsi Palestina PBB, UNRWA. Pada akhir Oktober 2024, parlemen Israel mengesahkan UU yang melarang segala aktivitas UNRWA di Israel serta wilayah yang dikuasainya setelah menuduh beberapa staf UNRWA terlibat dalam serangan Hamas pada Oktober 2023.
UNRWA dan Hamas membantah tuduhan Israel itu dengan menyebutnya sebagai akal-akalan untuk melakukan genosida terhadap warga Gaza.
Kepala UNRWA Philippe Lazzarini menuduh Israel menggunakan bantuan kemanusiaan GHF untuk mengusir paksa warga Gaza keluar dari wilayah Palestina.