Brutal! 46 Orang Tewas akibat Serangan Udara di Pasar Khartoum Sudan

Ahmad Islamy Jamil
Asap hitam membubung di atas Kota Khartoum, Sudan, menyusul serangan udara oleh militer setempat pada Juni lalu dalam perang saudara yang melanda negeri itu. (Foto: Reuters)

Menurut perkiraan Armed Conflict Location & Event Data Project (ACLED), hampir 7.500 orang tewas dalam Perang Sudan yang dimulai sejak 15 April lalu. Perang itu berlangsung antara Panglima Militer Abdel Fattah al-Burhan dan mantan wakilnya, Mohamed Hamdan Daglo—yang kini memimpin kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF).

Pada awal Juli, serangan udara terhadap daerah pemukiman Omdurman, kota tetangga Khartoum, menewaskan sekitar 24 orang. Serangan kala itu menuai kecaman keras dari PBB.

Angkatan Bersenjata Sudan menguasai wilayah udara Khartoum. Sementara itu, para tentara RSF terus mendominasi jalan-jalan di kota itu.

Kemarin, RSF menuduh militer Sudan sengaja melakukan serangan udara terhadap warga sipil di selatan Khartoum.

Sementara Angkatan Bersenjata Sudan membantah menyerang pasar tersebut. “Kami mengarahkan serangan terhadap pertemuan pemberontak, massa dan pangkalan sebagai sasaran militer yang sah, dan sepenuhnya mematuhi hukum kemanusiaan internasional,” demikian klaim militer Sudan.

Selain di ibu kota, pertempuran sebagian besar terkonsentrasi di wilayah barat Darfur. Negara-negara Barat menuduh RSF dan milisi sekutunya melakukan pembunuhan berdasarkan etnik di Darfur, dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah membuka penyelidikan baru atas dugaan kejahatan perang.

Setelah berbulan-bulan bertempur, tidak ada pihak yang mampu meraih kemenangan yang menentukan. Data PBB menunjukkan bahwa sekitar 2,8 juta orang telah meninggalkan ibu kota Sudan, yang populasinya sebelum perang berjumlah sekitar lima juta jiwa.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Disebut bakal Perketat Syarat untuk Akhiri Perang Iran, Apa Saja?

57 tahun lalu

1.773 ASN Jalani Latihan Dasar Militer, Siap Jadi Komcad

57 tahun lalu

China Tutup Langit 40 Hari hingga Mei 2026, Alasannya Mengejutkan!

57 tahun lalu

Viral, Presiden Iran Pezeshkian Jalan di Trotoar Tanpa Pengawalan Ketat saat Serangan AS-Israel

57 tahun lalu

Geger! OpenAI Umumkan Kesepakatan dengan Departemen Perang AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal