Bos Media Rusia Sarankan Militer Ledakkan Nuklir untuk Gertak Barat, Begini Jawaban Kremlin

Anton Suhartono
Rusia menegaskan belum melanggar perjanjian penangguhan uji coba senjata nuklir, kesepakatan yang dijalin dengan Amerika Serikat (Foto: Kemhan Rusia)

“Ultimatum nuklir semakin dekat dan semakin mustahil untuk dihindari. Mereka tidak akan mundur kecuali hal itu menyakitkan bagi mereka," ujar Simonyan.

Dia lalu berkelakar bahwa uji coba termonuklir di Siberia bisa membuat perangkat elektronik tidak bisa bekerja. Itu akan membuat lebih mudah untuk menjelaskan kepada anak-anaknya mengapa mereka tidak boleh menggunakan gadget buatan AS, seperti iPad.

Presiden Vladimir Putin berulang kali memperingatkan negara-negara Barat, serangan terhadap Rusia dapat bisa dibalas dengan nuklir.

Data PBB mengungkap, Rusia atau Uni Soviet terakhir menguji coba nuklir pada 1990. Sementara AS menguji coba nuklir terakhir pada tahun 1992. Sementara itu Prancis serta China melakukan uji coba nuklir terakhir pada 1996.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
8 jam lalu

Kapal Tanker China Abaikan Blokade AS, Tembus Selat Hormuz

Internasional
10 jam lalu

Pakistan, Turki Berusaha Cegah Perang Lanjutan Iran Vs Israel-AS: Pintu Belum Tertutup!

Nasional
11 jam lalu

Bahlil Bertemu Menteri Energi Rusia, Jajaki Kerja Sama Pasokan BBM hingga LPG

Internasional
11 jam lalu

Nah! Kapal Induk AS Terpaksa Berlayar Memutar Jauh Lewat Afsel Hindari Bentrok dengan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal