Bombardir Kota-Kota di Lebanon, Bukti Israel Selalu Ingkari Gencatan Senjata

Anton Suhartono
Serangan Israel ke berbagai kota di Lebanon pada Kamis (16/10) menunjukkan pemerintahan Zionis tidak pernah mematuhi gencatan senjata (Foto: AP)

Langgar Gencatan Senjata yang Disepakati

Padahal, Israel dan Lebanon telah menandatangani gencatan senjata pada November 2024 setelah lebih dari setahun konflik lintas batas antara militer Israel dan kelompok Hizbullah. Berdasarkan kesepakatan itu, Israel diwajibkan menarik seluruh pasukannya dari Lebanon selatan pada Januari 2025.

Namun, hingga kini Israel belum mematuhi perjanjian tersebut sepenuhnya, masih mempertahankan lima pos militer di perbatasan, serta terus melakukan serangan udara dengan dalih menargetkan “infrastruktur Hizbullah”.

Serangan terbaru ini memperpanjang daftar pelanggaran yang dilakukan Israel sejak kesepakatan damai diberlakukan. Sejak awal tahun, pasukan Israel telah melancarkan sedikitnya 20 pelanggaran udara dan darat di wilayah perbatasan Lebanon.

Dalih Keamanan yang Dipakai untuk Serang Sipil

Militer Israel mengklaim serangan itu menargetkan fasilitas penyimpanan senjata Hizbullah di Lebanon selatan dan wilayah Bekaa. 

Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan, klaim tersebut hanyalah dalih untuk menghancurkan infrastruktur sipil Lebanon dan menghambat pemulihan ekonomi negara itu.

“Israel menggunakan alasan keamanan palsu untuk menyerang wilayah kami dan mengganggu kehidupan warga sipil. Tujuan mereka jelas, menciptakan ketegangan baru agar penarikan pasukan tertunda,” ujar Aoun, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (17/10/2025).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
27 menit lalu

Trump Ngotot kepada Netanyahu, Negosiasi Nuklir dengan Iran Harus Berlanjut

Internasional
45 menit lalu

Duh! Tenda Pengungsian Gaza Terbakar, Adik-Kakak Tewas

Internasional
17 jam lalu

Viral, Polisi Australia Seret Muslim Salat saat Demo Tolak Kunjungan Presiden Israel

Internasional
17 jam lalu

Tolak Kunjungan Presiden Israel, Ratusan Demonstran Australia Kepung Gedung Parlemen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal