Sejauh ini polisi belum memberikan keterangan terkait pelaku dan motif serangan. Meski demikian, Ketua Partai Radikal Oleh Lyashko mencurigai ada motif politik yang melatarbelakangi upaya pembunuhan terhadap anggotanya itu.
"Kejadian yang mengancam nyawa Mosiychuk ini terkait dengan aktivitas dan posisi politiknya," jelas Lyashko, dalam akun Facebook-nya.
Sejak gerakan perlawanan separatis Ukraina yang didukung Rusia pecah pada 2014, serangan bom beberapa kali terjadi. Tapi bom menggunakan kendaraan relatif jarang terjadi.
Pada Juni lalu, seorang anggota intelijen Ukraina berpangkat kolonel terbunuh akibat bom mobil di pusat Kota Kiev. Lalu pada 2016, seorang jurnalis investigasi Pavel Sheremet tewas setelah mobilnya dipasang bom.