Boeing Klaim Rampungkan Pemutakhiran Perangkat Lunak Pesawat 737 Max

Nathania Riris Michico
Pesawat Boeing 737 Max. (FOTO:

Ini merupakan kecelakaan fatal kedua setelah pesawat jenis yang sama -milik Lion Air- jatuh di Laut Jawa pada akhir Oktober 2018 dan menewaskan 189 orang.

Kedua kecelakaan fatal itu diduga terkait dengan peranti lunak yang dikenal dengan sebutan Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). Peranti ini berfungsi mencegah pilot menaikkan hidung pesawat terlalu tinggi dengan cara menukikkan pesawat secara otomatis.

Dalam kasus Lion Air JT610, MCAS tidak bekerja dengan baik sehingga setiap kali pilot menaikkan hidung pesawat, MCAS aktif kembali dan menurunkan hidung pesawat.

Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 telah melayangkan gugatan kepada Boeing. Gugatan menyoroti sistem kendali otomatis penerbangan yang didesain untuk mencegah pilot menaikkan hidung pesawat "secara berbahaya".

MCAS juga menjadi sorotan dalam peristiwa jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET302.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Danantara Kaji Perusahaan Leasing untuk Beli 50 Pesawat Boeing: Cari yang Paling Menguntungkan

57 tahun lalu

Danantara Kaji Bentuk Perusahaan Leasing untuk Beli 50 Pesawat Boeing

57 tahun lalu

Boeing Dihukum Bayar Rp599 Miliar ke Keluarga Korban Kecelakaan 737 MAX

57 tahun lalu

KPK Gelar Audiensi dengan Garuda Indonesia, Ingatkan Risiko Korupsi Pengadaan Pesawat Baru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal