Perundingan damai AS-Iran putaran pertama di Pakistan pada 11-12 April tak membuahkan hasil. Dua isu penting yang mengganjal adalah program nuklir dan blokade Selat Hormuz.
Pembicaraan lanjutan pun tak jelas kapan akan digelar. Iran menegaskan tak akan mau berunding selama AS memblokade pelabuhan-pelabuhanya di Selat Hormuz.
Merz juga mengakui negara-negara Barat meremehkan kekuatan Iran. Menurut dia, realitas di lapangan menunjukkan Iran jauh lebih kuat daripada perkiraan awal, baik dari sisi ketahanan menghadapi tekanan maupun dalam kemampuan bernegosiasi.
Sebagai informasi, konflik memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar serta korban sipil lebih dari 3.300 orang.
Gencatan senjata kemudian mulai berlaku pada 7 April selama dua minggu, sebelum akhirnya diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump. Perpanjangan itu dilakukan dengan syarat Iran menyerahkan proposal damai terpadu, meski hingga kini perundingan masih belum menunjukkan titik terang.