Bikin Pameran tentang Perbudakan Industri Pornografi, Museum Inggris Malah Dikecam

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi konten porno. (Foto: Sindonews)

LONDON, iNews.id – Museum Perbudakan Internasional di Inggris mengadakan pameran tentang perdagangan manusia dalam industri pornografi. Namun, langkah museum itu malah mendapat reaksi keras dan kritik pedas dari kelompok liberal.

Museum yang berada di Kota Liverpool itu mendapat kecaman minggu ini karena bermitra dengan Exodus Cry—sebuah organisasi nirlaba Kristen asal AS yang memiliki misi menghentikan eksploitasi seksual untuk industri pornografi.

Exodus Cry dikecam para aktivis liberal karena dianggap menstigmatisasi para pekerja seks dan korban perdagangan manusia. Salah satu “karya seni” yang hendak ditampilkan dalam pameran itu adalah ilustrasi perempuan telanjang dengan mulut diselotip dan sejumlah komentar kasar terpampang di tubuhnya.

Sebuah cuitan yang ditulis akun Museum Perbudakan Internasional di Twitter pada Rabu (16/12/2020) mengumumkan pameran karya tersebut. Cuitan itu mendapat puluhan tanggapan kritis dari netizen, termasuk dari kalangan aktivis antiperdagangan manusia dan akademisi. Mereka umumnya berpandangan bahwa karya seni itu merusak, provokatif, dan “tidak manusiawi”.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan Kamis (17/12/2020) malam, Direktur Museum Nasional Liverpool, Laura Pye mengatakan, pameran itu akan dibatalkan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar 7 Pemain Terancam Didepak Andoni Iraola di Liverpool, Ada Chiesa hingga Mac Allister

57 tahun lalu

Liverpool Umumkan Transfer Pemain Perdana usai Andrea Iraola Sepakat Latih Tim

57 tahun lalu

Liverpool Terancam Gigit Jari! Wonderkid Rp2,69 Triliun Lebih Pilih Gabung PSG

57 tahun lalu

Daftar Belanja Andoni Iraola usai Sepakat Jadi Pelatih Liverpool, 3 Bintang Bournemouth Masuk Radar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal