Pada 2020, Rusia memperbarui doktrin penggunaan nuklir, yakni menambahkan dua skenario lagi. Dua syarat itu adalah mendapat informasi yang dapat dipercaya tentang peluncuran rudal balistik menargetkan wilayah Rusia atau sekutunya serta serangan terhadap infrastruktur penting pengendalian senjata nuklir yang berpotensi tak dapat dioperasikannya sistem pencegahan.
Dalam konferensi peninjauan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) PBB di New York, Amerika Serikat, bulan lalu, para pejabat Rusia juga menegaskan tidak satu pun dari kriteria itu sesuai dengan kondisi di Ukraina saat ini.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu juga menegaskan tidak masuk akal negaranya menggunakan nuklir di Ukraina. Menurut dia, tidak ada target yang membuat Rusia perlu melakukannya.
Dalam wawancara yang iklan cuplikannya tayang pada Sabtu kemarin, Biden mengetahui Rusia sedang mempertimbangkan penggunaan senjata pemusnah massal.
"Jangan, jangan, jangan. Itu akan mengubah wajah perang tidak seperti apa pun sejak Perang Dunia II," kata Biden.
Militer Ukraina memukul mundur pasukan Rusia dalam serangan kilat di timur laut negara itu sepekan terakhir. Rusia pun menarik pasukannya dari wilayah Kharkiv untuk menghindari kekalahan lebih parah.