“(Terima kasih kepada Trump) karena telah mengakui Yerusalem dan Golan (sebagai bagian dari Israel); karena membela (Israel) dari Iran; untuk perjanjian perdamaian bersejarah, dan; untuk membawa aliansi Amerika-Israel ke posisi tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Netanyahu.
Trump secara sepihak menarik diri dari Kesepakatan Nuklir Iran 2015. Kesepakatan antara Teheran dan sejumlah kekuatan dunia itu sangat dibenci Netanyahu karena membuat Israel merasa terancam. Trump juga mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang “tidak terbagi” dengan Palestina.
Trump juga mendukung kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan—yang direbut zionis dari Suriah. Trump juga tak pernah mengkritik pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat milik Palestina yang diduduki Israel.
Trump juga menjadi perantara kesepakatan normalisasi antara Israel dan tiga negara Arab, yaitu Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Sudan.
Menurut jajak pendapat oleh lembaga pemikir Israel Democracy Institute yang digelar sebelum Pemilu AS 2020, sebanyak 63 persen orang Israel menginginkan Trump terpilih kembali menjadi presiden Amerika.