Netizen sejak akhir pekan lalu dihebohkan rumor kudeta Xi Jinping. Bukan hanya itu dia disebut berada dalam tahanan rumah.
Selain ketidakhadirannya di publik, spekulasi soal kudeta dipicu teka-teki pembatalan lebih dari 9.000 penerbangan di seluruh China saat itu. Perjalanan bus dan kereta api di sekitar Beijing juga dihentikan.
Selain itu muncul video yang belum terverifikasi soal pergerakan kendaraan militer sepanjang 80 km menuju Beijing.
Para pengamat terkejut Xi tidak hadir dalam acara Seminar Pertahanan Nasional dan Reformasi Militer China. Posisi Xi disebut-sebut telah digantikan oleh mantan jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China yang pernah ditangkap karena memberontak, Li Qiaoming.
“Li Qiaoming, mantan komandan Komando Armada Utara yang sebelumnya diberhentikan karena dilaporkan terlibat dalam “pemberontakan”, tampil menonjol dan dalam foto duduk di barisan depan acara, di sebelah Liu Zhenli, komandan Tentara Komunis China,” kata pengamat politik China, Liu Fangli dan Liang Xin.
Namun isu kudeta terbantahkan dengan beberapa kondisi. Sekalipun benar terjadi, PLA pasti sudah mengumumkannya ke publik. Soal pembatalan penerbangan, kereta api, dan bus, mungkin disebabkan dampak dari Topan Muifa yang melanda China pekan lalu. Topan meluluhlantakkan bagian timur China, menyebabkan banjir dan merusak infrastruktur.
Selain itu ketidakhadiran Xi di acara penting disebabkan dia menjalani karantina usai menghadiri KTT SCO.