Bentrok Pasukan Keamanan Iran dan Mahasiswa Pecah saat Aksi Protes Tewasnya Mahsa Amini

Umaya Khusniah
Bentrok antara pasukan keamanan Iran dengan mahasiswa di sebuah universitas terkemuka di Teheran pecah pada Minggu (2/10/2022). (Foto: Reuters)

Protes belum mereda meskipun jumlah korban tewas terus meningkat. Pasukan keamanan merespon aksi dengan tindakan keras menggunakan gas air mata, pentungan. Dalam beberapa kasus, menurut video di media sosial dan kelompok hak asasi, polisi juga menggunakan peluru tajam.

Hak Asasi Manusia Iran, sebuah kelompok yang berbasis di Norwegia, dalam sebuah pernyataan mengatakan, sejauh ini 133 orang telah tewas di seluruh Iran. Termasuk lebih dari 40 orang yang dikatakan tewas dalam bentrokan pekan lalu di Zahedan, ibu kota provinsi tenggara Sistan-Baluchistan.

Pihak berwenang Iran belum memberikan informasi resmi jumlah korban tewas. Mereka justru mengatakan banyak anggota pasukan keamanan telah dibunuh oleh perusuh dan preman yang didukung oleh musuh asing. 

Pekan lalu televisi pemerintah mengatakan 41 orang tewas, termasuk anggota pasukan keamanan.

Otoritas tertinggi Iran Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei belum mengomentari protes nasional yang telah menyebar ke 31 provinsi. Semua lapisan masyarakat, termasuk etnis dan agama minoritas, ambil bagian.

Kematian Amini dan tindakan keras telah menarik kritik internasional terhadap penguasa Iran. Sebaliknya, Iran menuduh Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa mengeksploitasi kerusuhan untuk mencoba mengacaukan Republik Islam.

Media pemerintah Iran membagikan video mahasiswa pro-pemerintah, yang berkumpul di universitas Ferdowsi di Mashhad. Mereka meneriakkan "Republik Islam adalah garis merah kami".

Sebelumnya pada hari Minggu, anggota parlemen Iran meneriakkan 'terima kasih, polisi' selama sesi parlemen. Dia ingin menunjukkan dukungan untuk tindakan keras terhadap protes anti-pemerintah yang meluas.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

57 tahun lalu

Kuwait Tegaskan Tak Izinkan Negara Mana pun Gunakan Wilayahnya Serang Iran

57 tahun lalu

Trump: Pemimpin Iran Mojtaba Terlibat Langsung dalam Perundingan Damai dengan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal