Rudal-rudal itu merupakan aset penting bagi Iran, yang memungkinkan mereka mengancam pelayaran di Selat Hormuz.
Hasil intelijen terbaru ini menyajikan pandangan lebih akurat tentang sisa kekuatan militer Iran, berbeda dengan klaim kemenangan yang dibuat Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya.
Dalam pidato pada Rabu (1/4/2026), Trump mengatakan kemampuan Iran untuk mengerahkan rudal dan drone telah berkurang secara signifikan. Dia menyebut fasilitas senjata dan sistem peluncuran telah dihancurkan dan sangat sedikit yang tersisa.
Komando Pusat AS (Centom) menyebutkan, pasukan AS telah menyerang lebih dari 12.300 target di Iran sejak dimulainya Operasi Epic Fury pada 28 Februari.