Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, serangan terhadap Iran akan meningkat drastis dalam waktu dekat. Menurut dia, operasi militer berikutnya akan melibatkan lebih banyak skuadron jet tempur, peningkatan sistem pertahanan, serta lebih banyak serangan pesawat pengebom, yang lebih sering.
Laporan CSIS memperingatkan, meski kampanye udara biasanya melambat setelah fase awal konflik, biaya perang yang tidak dianggarkan tetap akan sangat besar.
Situasi ini berbeda dengan sejumlah operasi militer AS sebelumnya yang sebagian besar sudah memiliki pos anggaran tersendiri, termasuk penangkapan Nicolas Maduro di Venezuela.
"Departemen Pertahanan pada akhirnya akan membutuhkan dana tambahan karena pemotongan anggaran internal untuk membiayai perang ini akan sangat sulit secara politik maupun operasional," tulis laporan tersebut, dilansir dari Al Jazeera.