Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemlu Ungkap Ada 329 WNI di Iran, Mayoritas Pelajar di Qom
Advertisement . Scroll to see content

Hari Ke-7 Perang Memanas, AS–Israel Ngamuk Bombardir Teheran dan Kerahkan Bom Penembus Bunker

Jumat, 06 Maret 2026 - 16:07:00 WIB
Hari Ke-7 Perang Memanas, AS–Israel Ngamuk Bombardir Teheran dan Kerahkan Bom Penembus Bunker
Kota Teheran kembali diguncang gelombang serangan udara besar-besaran pada hari ketujuh perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, Jumat (6/3/2026). (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Kota Teheran kembali diguncang gelombang serangan udara besar-besaran pada hari ketujuh perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Rentetan bom menghantam ibu kota dan sejumlah kota besar lain setelah Washington memperingatkan pengeboman akan meningkat secara dramatis.

Dilansir dari Al Jazeera, Militer Israel pada Jumat pagi (6/3/2026), mengatakan, telah memulai gelombang serangan berskala luas terhadap Teheran. Amerika Serikat pada saat yang sama mengungkapkan, pesawat pengebom siluman B-2 mereka menjatuhkan puluhan bom penembus bunker untuk menghancurkan peluncur rudal balistik yang terkubur jauh di bawah tanah Iran.

Serangan AS-Israel mengakibatkan ledakan dahsyat mengguncang berbagai lokasi di Teheran sepanjang malam, termasuk kawasan permukiman dan area di sekitar Universitas Teheran. Laporan di lapangan menyebutkan, sejumlah bangunan rusak parah, sementara asap tebal membubung tinggi dari beberapa titik serangan.

Salah satu sasaran yang terkena serangan adalah sebuah akademi militer Iran. Seorang jurnalis televisi pemerintah Iran bahkan tengah melakukan siaran langsung ketika ledakan terjadi di dekat lokasi tersebut.

Koresponden Al Jazeera di Teheran, Tohid Asadi melaporkan, intensitas pengeboman kali ini jauh lebih berat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Serangan paling banyak terjadi di wilayah timur dan tenggara ibu kota.

"Sejak dini hari hingga pagi ini, kami menyaksikan gelombang serangan besar yang terus berlanjut," ujarnya. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut