Banjir di Libya Tewaskan Lebih dari 11.000 Orang, Kini Warga Khawatir Wabah Kolera

Muhammad Fida Ul Haq
Banjir di Libya telah menewaskan lebih dari 11.000 orang (Foto: Reuters)

"Kami mengimbau orang untuk tidak mendekati sumur di Derna," katanya.

Ada juga kekhawatiran tentang penyakit yang menular melalui air di rumah sakit lapangan setempat, tetapi belum ada kasus kolera yang tercatat sejauh ini.

Sebagian besar Kota Derna hancur ketika bendungan di atas kota tersebut pecah. Banjir yang meluap ke sungai, merendam rumah warga.

"Kita harus takut akan epidemi," kata salah satu warga, Nouri Mohamed.

Badan kesehatan PBB bersama dengan ICRC dan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mendesak agar pemakaman dikelola dengan lebih baik.

Dewan Pengungsi Norwegia (NRC), yang memiliki tim berjumlah 100 orang di Libya, mengatakan bahwa pengelolaan jenazah adalah perhatian terbesar.

Libya masih memerlukan peralatan untuk menemukan orang yang terjebak dalam lumpur dan bangunan rusak. Serta petugas kesehatan untuk mencegah wabah kolera.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gugur dalam Serangan AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan 9 Juli

57 tahun lalu

Banjir Jakarta Pagi Ini, 26 RT di Jaktim Terendam

57 tahun lalu

Inspiratif! Maudy Ayunda Bangun Ruang Belajar Sementara di Aceh Timur

57 tahun lalu

Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa Jaksel, Klaim Kurangi Banjir hingga 20 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal