Balas Dendam, Pemimpin Hizbullah Naim Qassem Beri Sinyal Serang Israel

Anton Suhartono
Naim Qassem mengutuk pembunuhan komandan senior Haitham Ali Tabatabai oleh Israel seraya menjanjikan pembalasan (Foto: Al Manar TV)

Qassem mengutuk para pejabat Lebanon dengan menyebutnya sebagai "budak Israel". Meski jumlah mereka sedikit, namun membuat masalah dengan berusaha mengacaukan pemerintah dan mengikuti perintah Amerika Serikat, termasuk melucuti senjata kelompoknya.

Hizbullah, kata Qassem, siap membahas strategi pertahanan, namun tidak di bawah tekanan serta tidak untuk mencapai perjanjian baru.

Lebih lanjut Qassem menuduh Israel ingin menjadikan Lebanon sebagai halaman belakang negaranya dan itu tak akan terjadi.

"Kita tidak akan bisa terima musuh menentukan cara hidup kita. Kita, rakyat, sekutu, dan tentara tidak akan tunduk kepada Israel," katanya.

Israel dan Hizbullah menyepakati gencatan senjata pada 27 November 2024, setelah berperang selama lebih dari setahun. Lebih dari 4.000 orang tewas dan 17.000 lainnya luka.

Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, pasukan Israel seharusnya mundur dari Lebanon selatan sejak Januari 2025. Namun hanya sebagian yang ditarik dan terus mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS

57 tahun lalu

Survei: Sebagian Besar Warga Israel Yakin Netanyahu Gagal dalam Perang Lawan Iran

57 tahun lalu

Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran

57 tahun lalu

Trump Ancam Iran Lagi: Kami Akan Serang Lebih Keras!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal