Balas Dendam, China Beri Sanksi Perusahaan AS yang Jual Senjata ke Taiwan

Anton Suhartono
Zhao Lijian (Foto: AP)

Rudal SLAM-ER membantu Taiwan menghadapi ancaman China pada saat ini dan masa depan karena mampu beroperasi di semua cuaca, siang dan malam, serta mampu melancarkan serangan presisi terhadap target bergerak atau tidak bergerak di darat dan laut.

Selain itu AS menyetujui penjualan enam pod pengintaian udara MS-110 serta 11 peluncur roket ringan M142. Nilai total tiga paket senjata itu menjadi 1,8 miliar dolar.

Penjualan senjata yang diumumkan pada Rabu itu belum termasuk drone tempur MQ9 Reaper yang juga diminta Taiwan sebelumnya.

Pada Agustus lalu AS mengumumkan sanksi dan pembatasan terhadap 24 badan usaha milik negara (BUMN) dan sejumlah pejabat China. Sanksi tersebut dijatuhkan karena mereka ambil bagian dalam pembangunan pulau buatan di perairan yang disengketakan di Laut China Selatan (LCS).

Sebanyak 24 perusahaan pelat merah China itu antara lain raksasa konstruksi Communications Construction Co, beberapa perusahaan telekomunikasi, dan satu perusahaan galangan kapal Shipbuilding Group.

Departemen Perdagangan AS menyatakan, perusahaan-perusahaan itu memungkinkan China membangun dan melakukan aksi militer di pos-pos terdepan yang disengketakan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!

57 tahun lalu

Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone

57 tahun lalu

Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran

57 tahun lalu

Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal