Bagaimana Bisa Pemerintah AS Tolak dan Usir Mahasiswa Asing dari Harvard?

Anton Suhartono
Perseturuan antara pemerintahan Donald Trump dengan Universitas Harvard memasuki babak baru (Foto: AP)

Departemen Keamanan Dalam Negeri telah mencabut sertifikasi yang memungkinkan Harvard memiliki akses ke Sevis. Meski para mahasiswa tersebut mungkin masih memiliki visa yang sah, Harvard tidak bisa lagi memasukkan mereka ke dalam basis data yang sangat penting ini.

Untuk setiap mahasiswa internasional, Harvard memasukkan data ke SEVIS untuk menunjukkan mahasiswa yang bersangkutan terdaftar secara penuh. Dengan demikian dia memenuhi persyaratan untuk mendapatkan visa masuk ke AS.

SEVIS juga diawasi oleh otoritas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS, bagian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Berapa Jumlah Mahasiswa Asing di Harvard?

Lebih dari 25 persen mahasiswa Universitas Harvard atau sekitar 6.800 orang berasal dari negara lain.

Penghentian akses SEVIS untuk Harvard berarti semua mahasiswa asing di kampus tersebut akan berada dalam ketidakpastian. Para mahasiswa tersebut menghadapi dideportasi, kecuali pindah ke kampus lain. Mahasiswa yang tidak melakukan tindakan dengan mendaftar ke kampus lain dianggap melanggar persyaratan status mereka dan bisa dideportasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Golden Dome: Ambisi Luar Angkasa Trump Terinspirasi Iron Dome Israel

57 tahun lalu

Trump Umumkan Sistem Pertahanan Luar Angkasa Golden Dome, Apa Kehebatannya?

57 tahun lalu

Siap-Siap! Trump Akan Umumkan Besaran Tarif Baru untuk Produk Asing

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal