Data PowerOutage mencatat, hingga Minggu siang waktu setempat, 1.005.641 pelanggan mengalami pemadaman listrik, dengan Tennessee menjadi wilayah terdampak terparah. Dampak signifikan juga dirasakan di Mississippi, Texas, Louisiana, Kentucky, Georgia, Virginia, hingga Alabama.
“Ini adalah badai yang unik karena cakupannya sangat luas,” kata pakar meteorologi NWS, Allison Santorelli.
Menurut dia, sekitar 213 juta warga AS berada di bawah peringatan cuaca musim dingin, dengan jangkauan badai mencapai sekitar 2.000 mil dari New Mexico hingga New England.
Sektor penerbangan menjadi salah satu yang paling terdampak. Situs pelacakan FlightAware melaporkan, selain 10.000 penerbangan dibatalkan, sekitar 8.000 penerbangan lainnya mengalami penundaan. Maskapai-maskapai besar AS mengimbau penumpang untuk terus memantau jadwal penerbangan karena perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu.
NWS juga memperingatkan, akumulasi es tebal berpotensi menyebabkan pemadaman listrik berkepanjangan, kerusakan pohon secara luas, serta kondisi perjalanan yang sangat berbahaya, terutama di wilayah yang jarang menghadapi cuaca musim dingin ekstrem.
Ancaman tidak berhenti di situ. Setelah badai mereda, cuaca dingin ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung, khususnya di Dataran Utara dan Midwest Atas. Suhu akibat hembusan angin bahkan diprediksi bisa turun hingga -45 derajat Celsius, kondisi yang dapat menyebabkan radang dingin hanya dalam hitungan menit.