Ba'asyir Bebas: Media Australia Mengecam Keras, Korban Bom Bali Kecewa

Nathania Riris Michico
Ba'asyir dianggap memenuhi syarat untuk dibebaskan setelah menjalani 2/3 hukuman dari vonisnya. (Foto: Reuters/Beawiharta)

Kritikan Keras di Media Masa

Sebanyak 88 warga Australia tewas dalam serangan Bom Bali tahun 2002 dengan jumlah korban meninggal mencapai 202 orang. Lantaran hal tersebut, pembebasan Ba'asyir langsung menjadi sorotan media Australia.

10 Daily, situs milik 10 Network memasang tajuk "Jika Ada Mencari Keadilan, Jangan Mencarinya di Indonesia" untuk menanggapi pembebasan Ba'asyir.

Dilaporkan ABC News, dalam opininya yang dimuat pada Senin (21/1/2019), editor Hugh Riminton mengatakan Ba'asyir membenci orang-orang Australia.

Dia juga mengungkapkan kekhawatirannya jika setelah bebas, Ba'asyir malah akan kembali mendapat panggung dan meneruskan penyebaran ideologi Islam-nya.

Sementara harian The Australian, milik pengusaha media Rupert Murdoch, menyatakan keputusan ini sebagai langkah yang buruk bagi Indonesia dan bagi dunia dalam memerangi terorisme.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
13 jam lalu

RI-Australia Teken Traktat Keamanan, Menlu Sugiono: Bukan Pakta Militer

Nasional
13 jam lalu

Teken Perjanjian Keamanan, PM Albanese Tawarkan Perwira TNI Tugas di Militer Australia

Nasional
15 jam lalu

Prabowo Ajak Australia Investasi Pengolahan Tambang Nikel-Emas di RI

Nasional
16 jam lalu

Prabowo dan Albanese Teken Traktat Keamanan Bersama Indonesia-Australia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal