Australia Desak Militer Myanmar Bebaskan Ekonom Penasihat Aung San Suu Kyi

Umaya Khusniah
Profesor ekonomi, Sean Turnell ditahan oleh junta Myanmar selama setahun terakhir. (Foto: Reuters)

"Konsisten dengan standar dasar keadilan dan transparansi, kami berharap Profesor Turnell memiliki akses tanpa hambatan ke pengacaranya, dan pejabat Australia dapat mengamati proses pengadilannya," kata Payne.

Prof Turnell sedang dalam wawancara telepon dengan BBC ketika dia ditahan setelah kudeta.

"Saya baru saja ditahan saat ini, dan mungkin didakwa dengan sesuatu. Saya tidak tahu apa itu; bisa apa saja, tentu saja," kata Prof Turnell kepada penyiar saat itu.

Bulan lalu, koalisi organisasi non-pemerintah, termasuk Human Rights Watch dan Dewan Pengungsi Australia, meminta pemerintah Australia untuk menjatuhkan sanksi yang ditargetkan kepada para pemimpin militer Myanmar. 

Kudeta di Myanmar telah memicu protes massal dan tindakan keras militer berdarah. Lebih dari 1.500 warga sipil tewas dan hampir 12.000 lainnya ditangkap pada 4 Februari.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Purbaya Yakin Ekonomi RI Tumbuh Dekati 6 Persen di Akhir 2026: Kita Dorong Terus!

Nasional
3 hari lalu

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240 Triliun di Kuartal I 2026

Nasional
3 hari lalu

Purbaya Lega Ekonomi RI Tumbuh Kuat 5,61 Persen: Saya Enggak Stres lagi

Nasional
3 hari lalu

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya: Kita Sudah Lepas dari Kutukan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal