Aung San Suu Kyi: Pengadilan Kasus Genosida Berisiko Picu Kembali Krisis Rohingya

Nathania Riris Michico
Reputasi Suu Kyi ternoda oleh keputusannya memihak militer atas krisis Rohingya. (FOTO: Foto PBB / ICJ / AFP / File / Frank Van BEEK)

"Mengakhiri konflik internal yang sedang berlangsung adalah yang paling penting bagi negara kita. Tetapi sama pentingnya untuk menghindari berkuasanya lagi konflik bersenjata internal 2016-17 di Rakhine utara."

Ribuan orang tewas dan sekitar 740.000 Rohingya melarikan diri ke kamp-kamp pengungsi di Bangladesh, setelah militer Myanmar melancarkan penumpasan besar-besaran di negara bagian Rakhine.

Suu Kyi mengatakan kepada pengadilan bahwa tidak ada bukti niatan genosida dan menegaskan operasi militer itu sebagai tanggapan atas serangan militan Rohingya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ngeri! Ledakan Dahsyat Tewaskan 55 Orang di Wilayah Kekuasaan Pemberontak Myanmar

57 tahun lalu

Kapal Tenggelam di Laut Andaman, 250 Pengungsi Muslim Rohingya Hilang

57 tahun lalu

Pemimpin Kudeta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing Terpilih Jadi Presiden

57 tahun lalu

Maskapai Bertumbangan Imbas Perang Timteng, Giliran Vietnam dan Myanmar Pangkas Penerbangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal