Pada 2021, di masa kepemimpinan Brunei Darussalam, ASEAN tak mengundang pemimpin junta militer Min Aung Hlaing dalam KTT yang berlangsung Oktober karena diangap tak kooperatif dalam menyelesaikan krisis pascakudeta 1 Februari. Sebagai gantinya, ASEAN mengundang tokoh non-politik meskipun tak juga datang.
Sorotan internasional kembali ditujukan kepada Myanmar pada Senin kemarin setelah pengadilan memutuskan Suu Kyi bersalah atas tuduhan menghasut dan melanggar pembatasan protokol Covid-19. Putusan itu memicu kecaman dari komunitas internasional dengan menyebutnya sebagai pengadilan palsu.
Suu Kyi dan juga presiden yang digulingkan Win Myint akan menjalani hukuman penjara 2 tahun di sebuah lokasi yang dirahasiakan, hukuman dikurangi dari 4 tahun setelah mendapat pengampunan.
Para pendukung mengatakan kasus-kasus terhadap Suu Kyi tidak berdasar dan terkesan disengaja untuk mengakhiri karier politiknya sementara militer mengonsolidasikan kekuasaan.