“Dewan ini telah gagal dua kali dalam mencegah genosida. Hari ini, tampaknya kita berada di ambang kegagalan ketiga,” ujar Bendjama dalam pidatonya yang dikutip Anadolu, Jumat (19/9/2025).
Dengan nada emosional, dia menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Palestina atas kegagalan adopsi resolusi tersebut.
“Maafkan kami, karena dunia berbicara tentang hak tetapi mengingkarinya untuk Anda,” katanya.
Bendjama juga menuding sistem internasional bersikap bias dengan memberikan impunitas kepada Israel.
“Israel membunuh setiap hari, dan tidak ada yang bisa dilakukan. Israel terlindungi, bukan oleh hukum internasional, tetapi oleh sikap bias sistem ini,” ujarnya.
Aljazair menilai, selama veto terus digunakan untuk melindungi Israel, Dewan Keamanan PBB akan tetap terjebak dalam lingkaran kegagalan, membiarkan praktik genosida berulang di depan mata dunia.