Dia juga akan menghadiri pertemuan para menteri US Partnership and Friends of the Mekong, melibatkan negara-negara kawasan Mekong seperti Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Thailand serta mitra lainnya termasuk Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, Selandia Baru, Jepang, dan Australia.
"Pertemuan ASEAN mendatang dan kehadiran Menteri Blinken selama 5 hari berturut-turut menggambarkan betapa fokusnya dia dalam memainkan peran aktif di kawasan," kata pejabat itu.
Selain isu Covid-19, Blinken juga akan membahas keamanan siber, ekonomi digital, pelanggaran HAM di China, serta isu Myanmar.
AS sejauh ini telah menyumbang lebih dari 20 juta dosis vaksin ke negara-negara Asia Tenggara yang tujuannya tak lain melawan diplomasi vaksin China di kawasan.
Meski demikian pejabat tersebut menegaskan AS tak akan memaksa ASEAN untuk memilih antara negaranya atau China.
"Kami ingin melibatkan ASEAN demi kepentingan ASEAN. Kami tidak pernah meminta negara mana pun untuk memilih antara AS dan China. Kami sepenuhnya menyadari bahwa negara-negara tersebut harus memiliki hubungan baik dengan China," ujarnya.