Masih menurut laporan Axios, tak lama setelah serangan kedua Houthi pada 24 Januari 2022, atase militer di Kedutaan Besar AS tiba untuk bertemu dengan pejabat senior militer UEA. Perwira AS itu lalu menyerahkan tagihan kepada para pejabat UEA atas pengisian bahan bakar jet tempur mereka.
Tagihan itu membuat MBZ merasa tak nyaman. “Saya merasa tidak enak bahwa begitu banyak waktu telah berlalu, bahwa dia (MBZ) merasa kesal dan kami tidak memiliki indikasi bahwa (tagihan) ini adalah masalahnya,” ujar Anggota Dewan Departemen Luar Negeri AS, Derek Chollet.
Belakangan, pejabat Gedung Putih dan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengatakan tagihan itu adalah sebuah kesalahan. Mereka pun mengaku menyesali hal itu. Laporan Axios tidak menyebutkan berapa persisnya biaya yang ditagihkan AS ke UEA.
“Kami tentu menanggapinya dengan sangat, sangat serius dan merasa bahwa kami merespons dengan cara yang kami pikir sudah responsif terhadap teman-teman kami (UEA) yang membutuhkan. (Namun) Syekh Mohammed tidak merasa seperti itu,” kata Chollet lagi.