AS Prihatin Militer Myanmar Terapkan Jam Malam dan Larang Perkumpulan Lebih dari 5 Orang

Djairan
Ned Price (Foto: Reuters)

Gejolak politik di Myanmar menjadi krisis internasional pertama yang dihadapi Presiden AS Joe Biden. Dia sebelumnya berjanji memprioritaskan penegakan hak asasi manusia (HAM) dalam kebijakan luar negeri dan akan bekerja sama dengan sekutu menghadapi krisis ini.

Merespons kudeta militer, AS mengambil sikap dengan membatasi bantuan untuk Myanmar dan mengancam akan menjatuhkan sanksi baru lainnya terhadap militer negara tersebut.

Tak hanya itu, AS juga telah berupaya mendorong tetangga Myanmar, China, untuk secara terbuka bergabung dengan negara lain mengecam gerakan antidemokrasi oleh militer Myanmar. 

Namun, China sejauh ini menggambarkan pengambilalihan pemerintahan oleh militer Myanmar adalah perombakan kabinet besar-besaran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ngeri! Ledakan Dahsyat Tewaskan 55 Orang di Wilayah Kekuasaan Pemberontak Myanmar

57 tahun lalu

Didemo Warga, Presiden Bolivia Potong Gajinya dan Para Menteri 50%

57 tahun lalu

Momen Polisi Bagikan Air Mineral hingga Roti ke Massa Demo Ojol di Jakpus

57 tahun lalu

Jasa Marga Tutup Sementara Akses Keluar Slipi Tol Dalam Kota Imbas Demo May Day

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal