AS Perbarui Lembar Fakta di Situs Web, Tak Mendukung Kemerdekaan Taiwan dari China

Anton Suhartono
Deplu AS memperbarui lembar fakta di situs web resmi bahwa tak mendukung kemerdekaan Taiwan dari China (Foto: Reuters)

Secara de facto Taiwan sudah menjadi wilayah merdeka, meski tak mendapat pengakuan internasional. AS juga tidak memiliki hubungan formal dengan Taipei, meski menjadi pendukung utama pertahanan wilayah itu dari ancaman serangan China.

Nama resmi Taiwan tetap Republik China, sebagaimana diadopsi oleh pemerintahan usai melarikan diri dari China daratan pada 1949 setelah kalah dalam perang saudara melawan pasukan Komunis.

Parlemen China pada 2005 mengesahkan undang-undang yang memberi dasar hukum bagi pemerintah untuk melakukan tindakan militer jika Taiwan memisahkan diri.

Namun Taiwan menegaskan sebanyak 23 juta penduduknya memiliki hak untuk memutuskan masa depan sendiri. Rakyat Taiwan ingin perdamaian namun akan membela diri jika diserang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Dokumen Ungkap Penyebab Kematian Predator Seks Jeffrey Epstein Bukan Bunuh Diri, Dibunuh?

Internasional
12 jam lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Nasional
13 jam lalu

Prabowo Diundang Rapat Perdana Dewan Perdamaian Gaza di AS, bakal Hadir?

Internasional
1 hari lalu

Terungkap, Masih Ada Bom AS di Fasilitas Nuklir Iran yang Belum Meledak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal