AS Klaim Pegang Kendali Penuh Selat Hormuz: Tak Ada Kapal yang Boleh Lewat Tanpa Izin

Anton Suhartono
Presiden AS Donald Trump memperbarui kebijakan kerasnya terhadap Iran, AS tak hanya memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran namun juga Selat Hormuz (Foto: AP)

"Gencatan senjata penuh hanya masuk akal jika tidak dilanggar oleh blokade maritim dan penyanderaan ekonomi global," kata Ghalibaf.

Dia menegaskan Iran tak mungkin membuka Selat Hormuz selama masih ada pelanggaran gencatan senjata secara terang-terangan oleh AS.

Trump pada Selasa (21/4/2026) mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran sampai batas waktu yang tak ditentukan. Dia hanya menyebut gencatan senjata berlangsung sampai Iran menyerahkan proposal perundingan terpadu. Namun Trump tetap menerapkan blokade terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar pelabuhan-pelabuhan Iran di sepanjang Selat Hormuz.

Trump mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan di Pakistan guna menyepakati perdamaian. Namun Iran menegaskan tak akan berunding selama blokade maritim AS berlangsung. 

Gencatan senjata sebelumnya, yang diumumkan Trump pada 7 April, berlaku selama 2 minggu yang berakhir pada Rabu (22/4/2026).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Lengkap 14 Poin MoU Perjanjian Damai AS-Iran, Untungkan Siapa?

57 tahun lalu

Meja Makan Versailles Jadi Saksi, Donald Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal