AS Jatuhkan Sanksi ke Rusia, Perang Ukraina Makin Jauh dari Akhir

Anton Suhartono
Maria Zakharova menilai sanksi baru AS sama sekali tidak membantu upaya negosiasi damai di Ukraina (Foto: AP)

“Langkah-langkah seperti ini tidak akan berpengaruh besar bagi kami,” katanya, menegaskan.

Tak hanya itu, Rusia juga menyoroti sikap Uni Eropa yang ikut menjatuhkan paket sanksi ke-19 terhadap Rusia. Zakharova menyebut kebijakan tersebut justru merugikan negara-negara anggota blok itu.

“Sebagian besar kemampuan Brussel untuk memperluas sanksi terhadap negara kami telah habis. Rusia berhak membalas tindakan permusuhan apa pun oleh Uni Eropa,” ujarnya.

Menteri Keuangan Scott Bessent sebelumnya mengatakan sanksi dijatuhkan karena Rusia dinilai terus menolak mengakhiri perang.

“Mengingat penolakan Presiden Putin untuk mengakhiri perang yang tidak masuk akal ini, Departemen Keuangan menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan minyak terbesar Rusia yang mendanai mesin perang Kremlin,” ucap Bessent.

Dia menegaskan akan terus melakukan langkah-langkah tambahan demi mendukung upaya Presiden Donald Trump dalam mengakhiri konflik. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Diam-Diam Pemerintahan Trump Kontak Oposisi Israel, Ingin Singkirkan Netanyahu?

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS-Iran Capai Kemajuan Perundingan Damai

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

57 tahun lalu

Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal