Perjanjian kali ini akan memungkinkan AS untuk berbagi data satelit dan sensor rahasia yang akan membantu India dalam menargetkan rudalnya dan menempatkan pasukan. Kesepakatan penting tersebut juga akan memungkinkan AS untuk menyediakan teknologi navigasi terbaru pada setiap jet tempur yang disuplai ke India.
Esper telah mendesak agar India membeli jet tempur F-18 buatan AS dan menjauh dari ketergantungannya pada persenjataan Rusia. Esper dan Singh menyambut baik perluasan berbagi informasi itu, demikian kata pernyataan AS.
Sementara, Kementerian Pertahanan India mengungkapkan, pertemuan menteri kedua negara hanya membahas potensi bidang kerja sama baru, tanpa memberikan perincian lebih lanjut.
India memang mencari dukungan militer internasional yang lebih besar sejak meletusnya bentrokan perbatasan mematikan terbaru dengan China pada Juni lalu. Sedikitnya 20 tentara India tewas dalam bentrokan itu, sedangkan korban di pihak China tidak diketahui.
Kedua negara bertetangga sejak itu telah mengirim puluhan ribu tentara ke kedua sisi perbatasan yang disengketakan di wilayah Ladakh, Himalaya.
Setelah dari India, Pompeo akan melanjutkan tur Asia-nya ke ke Sri Lanka, Maladewa, dan Indonesia. Investasi dan pengaruh China yang tumbuh di Sri Lanka dan Maladewa telah memicu kekhawatiran di AS dan India.