Peristiwa ini terjadi beberapa hari setelah AS dan Iran saling bertukar serangan dalam eskalasi yang mengancam gencatan senjata yang telah berlaku sejak April lalu.
Seorang warga dilaporkan tewas dan lebih dari 60 orang lainnya terluka akibat serangan drone Iran terhadap bandara internasional Kuwait pada Rabu, menurut pejabat setempat.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah bertanggung jawab atas serangan terhadap bandara tersebut. Mereka mengklaim kerusakan terjadi akibat kesalahan rudal pencegat milik AS.
Namun, Centcom menolak klaim tersebut dan menegaskan Iran melakukan serangan terhadap bandara itu secara sengaja, terencana, dan tanpa alasan yang dapat dibenarkan.
Sebelumnya, IRGC menyatakan telah menargetkan pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap sebuah kapal tanker minyak Iran dan Pulau Qeshm.