“Kawasan ini tidak hanya penting karena menjadi hub perdagangan dan perdagangan global, tapi juga episentrum persaingan kekuatan besar dengan China,” ujarnya.
Pada awal bulan ini Pentagon merilis laporan mengenaio kemampuan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China yang memiliki armada AL terbesar di dunia dengan 350 kapal dan kapal selam.
Namun, Esper menekankan AL China tertinggal dalam hal kekuatan dan kemampuan.
"Bahkan jika kita berhenti membangun kapal baru, RRC akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyamai kemampuan kita di laut lepas," tuturnya.