YEREVAN, iNews.id - Perdana Menteri ArmeniaNikol Pashinyan menilai pembicaraan damai dengan Azerbaijan di bawah mediasi Rusia tidak pantas dilakukan saat ini.
Perang kedua negara bekas pecahan Uni Soviet demi memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh itu memasuki hari keempat.
Armenia dan Azerbaijan menentang seruan internasional untuk melakukan gencatan senjata atas Karabakh, wilayah etnis Armenia yang memisahkan diri dari Azerbaijan pada 1990-an.
Masing-masing saling mengklaim telah melancarkan serangan yang menimbulkan kerugian besar di pihak lawan.
"Sangat tidak tepat berbicara tentang pertemuan puncak antara Armenia, Azerbaijan, dan Rusia pada saat permusuhan sedang intensif," kata Pashinyan, kepada kantor berita Rusia, Interfax, seperti dilaporkan kembali AFP, Rabu (30/9/2020).