Untuk sekadar diketahui, CSTO adalah pakta pertahanan bentukan Rusia yang beranggotakan enam negara—yang semuanya adalah bekas Uni Soviet. Keenam negara itu adalah Armenia, Belarusia, Kirgizstan, Kazakhstan, Rusia, dan Tajikistan.
CSTO dibentuk Moskow sebagai pesaing NATO, aliansi militer bentukan AS di Barat. Azerbaijan juga pernah menjadi anggota CSTO, namun memutuskan keluar sejak 1999.
Simonyan menekankan, Armenia memiliki perjanjian tentang bantuan timbal balik dengan Rusia terkait pertahanan. “Karena itu, kami mengharapkan langkah yang lebih nyata dari mitra Rusia kami, bukan hanya pernyataan atau ungkapan yang setengah-setengah,” ucapnya.
Konflik bersenjata antara militer Armenia dan Azerbaijan kembali pecah pada Senin (12/9/2022) dan berlanjut hingga keesokan harinya.
Reuters melansir, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (16/9/2022) kemarin mengadakan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, untuk membahas bentrokan itu. Di sisi lain, Pashinyan juga membahas masalah itu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken.
Kantor Kepresidenan Macron menyatakan, sang presiden telah menegaskan kembali dukungan Prancis untuk integritas teritorial dan kedaulatan Armenia.
Sementara itu, Ketua DPR Amerika SerikatNancy Pelosi kemarin mengonfirmasi bahwa dia akan melakukan kunjungan singkat ke Armenia akhir pekan ini.