Arab Saudi: Covid-19 Bencana Manusia Terburuk dalam Sejarah Terkini

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi sampel pasien positif Covid-19. (Foto: AFP)

RIYADH, iNews.id – Pandemi Covid-19 sampai hari ini masih terus menyebar ke seluruh dunia, dengan lebih dari 746.000 orang meninggal dunia dan lebih dari 20 juta kasus infeksi. Kepala Urusan Kesehatan Kementerian Garda Nasional Arab Saudi, Dr Bandar al-Knawy menuturkan, wabah virus corona adalah bencana manusia atau bencana nonalam terburuk dalam sejarah terkini.

“Saya rasa tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa (Covid-19) ini adalah bencana manusia terburuk dalam sejarah terkini. Saya percaya, Covid-19 telah menyadarkan kita akan pentingnya melihat kesehatan masyarakat sebagai masalah keamanan kesehatan global yang kritis,” kata al-Knawy seperti dikutip dari Alarabiyah, Rabu (12/8/2020).

Pemerintah dan otoritas kesehatan di seluruh dunia telah memberlakukan berbagai tindakan penguncian (lockdown), pembatasan jarak sosial, dan larangan perjalanan dalam upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Langkah-langkah tersebut juga memiliki efek tidak langsung yang menyebabkan keroposnya standar hidup manusia di seluruh dunia. Beberapa negara pun kini sedang berusaha mecabut kebijakan pembatasan itu lewat berbagai tahap.

Al-Knawy menyampaikan pidato pada Selasa (11/8/2020) kemarin saat menghadiri KTT Kesehatan Digital Global Riyadh (RGDHS)—di mana dia menjabat sebagai presidennya. Acara yang diadakan pada 11-12 Agustus itu mempertemukan para pemimpin global di bidang kesehatan dari seluruh dunia. Di sana, mereka membahas tentang teknologi kesehatan digital untuk membantu memerangi COVID-19.

“Di era koneksi dan digitalisasi yang berkelanjutan ini, Covid-19 telah membuka peluang baru bagi kita untuk saling terhubung, belajar, berinovasi, dan berpikir tentang bagaimana kami dapat memerangi penyakit menular dengan lebih baik,” tutur al-Knawy dalam sambutan pembukaannya di RGDHS.

Al-Knawy mencatat, acara tersebut dihadiri lebih dari 100.000 peserta dari 110 negara di seluruh dunia. “Kesehatan digital telah memainkan peran penting dalam perang melawan Covid-19,” ujar pria yang juga menjabat dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Raja Saud bin Abdulaziz itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Haji dan Umrah
1 hari lalu

Kemenhaj Terapkan Biaya Dam Haji 720 Riyal, Jemaah Diminta Bayar Lewat Jalur Resmi

Internasional
3 hari lalu

Bukan Hanya Uni Amirat, Arab Saudi Diam-Diam Juga Serang Iran

Internasional
4 hari lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

Haji dan Umrah
4 hari lalu

Awas Kelelahan! Jemaah Haji Disarankan Tak Umrah Berkali-kali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal