Rusia membantah keras tuduhan tersebut, dan justru balik menuding AS yang telah lama melakukan pelanggaran serupa.
Sejak saat itu, Rusia menyatakan akan tetap mematuhi moratorium sepihak, namun perkembangan geopolitik terbaru memicu Moskow mencabut komitmen itu.
Beberapa alasan utama yang disebutkan Kementerian Luar Negeri Rusia antara lain:
Rusia menilai tindakan tersebut sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya, dan menandakan bahwa Barat telah lebih dulu melewati batas perjanjian.
“Tidak ada lagi syarat untuk mempertahankan moratorium sepihak,” bunyi pernyataan Kemlu Rusia.