Sementara itu para siswi sekolah menengah di institusi pendidikan yang sama belum memulai sekolah. Pada Jumat lalu, Kementerian Pendidikan menyatakan siswa laki-laki sekolah menengah segera memulai pembelajaran, namun tidak menyebutkan perempuan.
"Semangat mereka turun dan menunggu pengumuman pemerintah agar bisa melanjutkan sekolah," kata Hadis Rezaei, guru sekolah menengah di institusi pendidikan yang sama.
Mohammadreza, kepala sekolah di tempat itu mengatakan pendidikan bagi perempuan penting bagi masyarakat sehingga institusinya tetap akan membuka.
"Pendidikan bagi anak perempuan adalah memperbaiki generasi. Pendidikan anak laki-laki dapat memengaruhi keluarga namun pendidikan anak perempuan memengaruhi masyarakat. Kami sangat ketat mengikuti masalah ini sehingga anak perempuan bisa melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan studi mereka," katanya.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada kantor berita Bakhtar, pemerintah sedang menyusun aturan untuk memulai kembali sekolah menengah bagi perempuan namun tidak menyebutkan tanggalnya.