Amnesty: Iran Bunuh Lebih dari 20 Anak saat Protes Anti-Pemerintah November 2019

Nathania Riris Michico
Ilustrasi seorang demonstran ketika protes pecah di Karbala, 22 Desember 2019. (FOTO: Mohammed SAWAF / AFP)

"Harus ada investigasi independen dan tidak memihak terhadap pembunuhan-pembunuhan ini, dan mereka yang diduga memerintahkan serta melaksanakannya harus dituntut dalam pengadilan yang adil," kata Direktur Penelitian dan Advokasi Amnesty untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Philip Luther.

Dua belas dari 23 kematian -yanga ada di 13 kota di enam provinsi di seluruh negeri- terjadi pada 16 November, delapan lainnya pada 17 November, dan tiga pada 18 November.

"Fakta bahwa sebagian besar kematian anak-anak itu terjadi hanya dalam dua hari adalah bukti lebih lanjut bahwa pasukan keamanan Iran melakukan pembunuhan besar-besaran untuk meredakan perbedaan pendapat dengan cara apa pun," kata Luther.

Amnesty International mengaku sudah menulis surat kepada Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani Fazli beserta nama 23 anak-anak yang terbunuh, tetapi tidak mendapat tanggapan.

Disebutkna, kerabat beberapa anak yang tewas menjadi sasaran pelecehan dan intimidasi, termasuk pengawasan dan interogasi oleh pejabat intelijen dan keamanan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Buletin
4 jam lalu

Ultimatum! Trump Ancam Hancurkan Iran jika Tak Buka Selat Hormuz 

Internasional
5 jam lalu

Kapan Batas Waktu Trump "Hancurkan" Iran, Bakal Ditunda Lagi?

Internasional
6 jam lalu

Senator AS Akan Makzulkan Menhan Pete Hegseth terkait Perang Iran

Internasional
8 jam lalu

Pesawat 'Kiamat' Trump Keluar Kandang Jelang Berakhirnya Batas Waktu untuk Iran, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal